Arsip Blog

Kamis, 18 Maret 2010

Makna Kata Iman

Definisi Iman Menurut bahasa iman berarti pembenaran hati. Sedangkan menurut istilah, iman adalah: membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan. Ini adalah pendapat jumhur. Dan Imam Syafi’i meriwayatkan ijma para sahabat, tabi’in dan orang-orang sesudah mereka yang sezaman dengan beliau atas pengertian tersebut. Penjelasan Definisi Iman “Membenarkan dengan hati” maksudnya menerima segala apa yang dibawa oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. “Mengikrarkan dengan lisan” maksudnya, mengucapkan dua kalimah syahadat, syahadat “Laa ilaha illallahu wa anna Muhammadan Rasulullah” (Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah). “Mengamalkan dengan anggota badan” maksudnya, hati mengamalkan dalam bentuk keyakinan, sedang anggota badan mengamalkannya dalam bentuk ibadah-ibadah sesuai dengan fungsinya. Kaum salaf menjadikan amal termasuk dalam pengertian iman. Dengan demikian iman itu bisa bertambah dan berkurang seiring dengan bertambah dan berkurangnya amal shalih.


Senin, 15 Maret 2010

ziddu.com-Listen Audio Album Sulis Sulis-TemanBiasa.mp3

http://www.ziddu.com/albumaudioplay.php?auid=233131

Mengenal Simbol Taurat dan Injil

Kubus pada satu titik tumpu dilihat dari atas :




Simbol zionism ( yahudi ) :




Jumat, 12 Maret 2010

Seberapa Pantas Ka'bah Sebagai Fokus Sujud




Awal ide catatan ini berasal dari pertanyaan : " Apa sujud pada ka'bah itu ga sama dengan nyembah batu (berhala) ?"

Lama aku menyimpan pertanyaan ini dan tidak sembarang orang aku pertanyakan ini setelah ada pengalaman bertanya pada seorang ustadz ... dia malah mencap aku sesat ... pikiran ente mesti dicuci ... dsb. Aneh ! Bagiku ini pertanyaan manusiawi sekali. Kenapa ya dulu di sekolah maupun saat pengajian hal ini ga pernah aku dapati penjelasannya. Bahkan dulupun aku ga pernah berfikir untuk bertanya.

Senin, 08 Maret 2010

Mengenal Manusia (Budha Version)

Dari perspektif kosmologi Buddhis, ruang, seperti juga waktu, adalah tidak terbatas. Ruang yang tidak terbatas dipenuhi oleh tak terhingga alam semesta, sistem dunia, yang membentang ke 10 penjuru arah (4 arah mata angin, 4 arah di antaranya, arah atas dan bawah). Dalam ketidakterhinggaan ini beberapa alam semesta dikenal sebagai Tanah Buddha. Secara umum, istilah ini menunjuk pada sebuah wilayah, sebuah jagad raya, di mana seorang Buddha mengupayakan pengaruh spiritual-Nya.