Awal ide catatan ini berasal dari pertanyaan : " Apa sujud pada ka'bah itu ga sama dengan nyembah batu (berhala) ?"
Lama aku menyimpan pertanyaan ini dan tidak sembarang orang aku pertanyakan ini setelah ada pengalaman bertanya pada seorang ustadz ... dia malah mencap aku sesat ... pikiran ente mesti dicuci ... dsb. Aneh ! Bagiku ini pertanyaan manusiawi sekali. Kenapa ya dulu di sekolah maupun saat pengajian hal ini ga pernah aku dapati penjelasannya. Bahkan dulupun aku ga pernah berfikir untuk bertanya.
Namun dalam perjalanan penelusuran kesadaran ku membawaku pada seseorang yang belakangan aku hormati sebagai "ayah angkat". Beliau memperkenalkan metode pendekatan pengajian Quran dengan metode numerik. Dan ternyata menurutku cukup dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya untuk menjawab pertanyaan tsb. Berikut aku mencoba mengutip apa yang pernah aku ingat sewaktu diajarkan beliau dulu.
Bertitik tolak dari pada menyembah "batu" yang menjadi penekanan ! Ternyata dalam Al Quran ada nama surah yang bila diterjemahkan berarti "batu" yaitu surah ke 15 Al Hijir yang memiliki total ayat berjumlah 99.
Dalam metode pendekatan numerik antara nomor surat dan jumlah ayat dapat dijumlahkan untuk menarik benang merah suatu permasalahan. Dalam kasus ini bisa dijadikan contoh sbb :
Nomor surat : 15
Total ayat : 99
Total angka: 114
114 dalam pendekatan numerik Al Quran dianggap mewakili Al Quran secara keseluruhan karena 114 adalah jumlah total seluruh nama-nama surat yang ada pada Al Quran. Dari sini kita dapat menarik benang merahnya :
batu - surah pada Quran 15 Al Hijr 99 ttl ayat
Artinya : Batu = 15 + 99 = 114 ( mewakili simbol Quran )
Kesimpulannya sujud kpd batu tsb membawa pesan : Penghormatan / Pengakuan / Penyerahan diri menerima Wahyu dari Allah ( Al Qur'an = Segala ketentuan yang ada pada diri dan alam semesta )
Kembali pada pertanyaan diatas : " Apa sujud pada ka'bah itu ga sama dengan nyembah batu (berhala) ?" Jawabnya adalah tidak sama karena batu pada kasus ini bukanlah batu sebagai mana batu apa adanya. Tapi batu disitu adalah simbol dari pada Al Quran = Wahyu dari Allah. Dengan kata lain sujud kepada ka'bah (batu) tersebut adalah lakon penghormatan kepada datangnya Wahyu dari Allah !
Merujuk pada judul seberapa pantas dijadikan fokus sujud ? Sangat pantas jika itu merupakan simbolik dari pada Al Quran sbg Wahyu dari Allah ! Jadi kiblat nya umat muslim sedunia pada aplikasi kesehariannya bukan ka'bah (batu) seperti apa adanya. Tapi adalah Ka'bah (batu) sebagai simbolik Al Quran ! Jadi mari kita berkiblat lah kepada yang sebenar-benar nya kiblat yaitu Al Quran adanya.
3. Ali Imran : 1-5
الم
3.1. Alif laam miim.
اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
3.2. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya .
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ
3.3. Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,
مِن قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَأَنزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِ اللّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللّهُ عَزِيزٌ ذُو انتِقَامٍ
3.4. sebelum (Al Qur'an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan . Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).
إِنَّ اللّهَ لاَ يَخْفَىَ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاء
3.5. Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.
96. Al 'Alaq 1-8
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
96.1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
96.2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
96.3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
96.4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam ,
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
96.5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى
96.6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
أَن رَّآهُ اسْتَغْنَى
96.7. karena dia melihat dirinya serba cukup.
إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الرُّجْعَى
96.8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).
68. Al Qalam 1-7
ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ
68.1. Nun , demi kalam dan apa yang mereka tulis,
مَا أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ
68.2. berkat ni'mat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
وَإِنَّ لَكَ لَأَجْراً غَيْرَ مَمْنُونٍ
68.3. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
68.4. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ
68.5. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat,
بِأَييِّكُمُ الْمَفْتُونُ
68.6. siapa di antara kamu yang gila.
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
68.7. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Maha Benar Allah dng segala Firman Nya !

ini dia jawaban yang aku tunggu tunggu ! makasih ya ..!
BalasHapus