Arsip Blog

Minggu, 28 Februari 2010

Mengenal Elemen Pendukung Kehidupan (eps. IV)

3. Elemen Api


A. Wujud Api

Biasanya api berwujud gas berwarna merah menyala dan beberapa kejadian dapat juga berwarna biru tergantung pada bahan apa yang menjadi sumber pembakaran terjadi.
Proses terjadinya api adalah akibat dari adanya kenaikan suhu sampai pada titik tahanan tertentu yang menyebabkan menyalanya api pada suatu benda. Artinya api dapat terwujud bila ada bahan pembakar yang cukup hingga terjadinya api.


B. Sifat Api

Api bersifat gas dan panas memuai bergerak sesuai arah angin cenderung ke atas menjauhi grafitasi. Sifat api ini dikarenakan wujudnya yang berupa pancaran gas yang mempunya kepadatan masa yang ringan.

C. Energi Api

Pada manusia energi api sama dengan energi panas. Dapat muncul bila seseorang mengalami kegusaran atau melalui olah pernafasan dengan meningkatkan detak jantung hingga menciptakan suhu badan menjadi naik lalu dikumpulkan pada titik2 tertentu untuk disalurkan pada objek yang ditentukan.
Energi ini sangat baik digunakan sebagai pendorong kelancaran jalan darah yang mengalami kemacetan akibat berbagai sebab. Cara paling mudah meningkatkan suhu badan adalah dengan jogging (olahraga berlari). Dari sifat energi yang ditimbulkan api maka api dalam kehidupan berperan penting sebagai pembaharu membantu proses perubahan iklim suhu di bumi ini. Berperan penting dalam terjadinya siklus antara siang dan malam, musim panas dan musim penghujan dst.

QS. al-A'raf (7) : 12
Allah berfirman:" Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu? "Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah ".

QS. ar-Ra'd (13) : 17
Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.

QS. al-Kahfi (18) : 96
"Berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: Tiuplah (api itu). Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu.".

QS. an-Nur (24) : 35
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lobang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar